Kenapa Kita Terobsesi Sama Tools?
- Aplikasinya jalan.
- Nggak lemot.
- Masalah mereka teratasi.
Fakta Pahit: Startup sekelas Facebook dan Wikipedia dibangun pake PHP. Iya, PHP yang sering diejek itu. Dan mereka sukses besar sebelum teknologi "keren" zaman now lahir.
The "Boring" Stack adalah Kunci
// Skenario A: Pake Tech Stack Baru (Hype)
const devProcess = {
learningCurve: "High",
debuggingTime: "Infinite (StackOverflow belum banyak jawaban)",
shippedProduct: false,
stressLevel: 99
};
// Skenario B: Pake Tech Stack yang Dikuasai (Boring)
const devProcess = {
learningCurve: "Low",
debuggingTime: "Low (Udah hafal error-nya)",
shippedProduct: true,
stressLevel: 10
};Kapan Boleh Eksperimen?
- Kalau tujuannya Shipping Product (Cari Duit/User): Pakai teknologi yang kamu paling nyaman dan cepat. Prioritasnya adalah kecepatan eksekusi.
- Kalau tujuannya Belajar (Learning): Silakan pake framework yang baru rilis kemarin sore. Eksplorasi sepuasnya, error nggak masalah.
Tips Buat Kamu yang Lagi Overthinking
1. Batasi Waktu Riset
2. Fokus ke MVP (Minimum Viable Product)
3. "Good Enough" is Perfect
Jadi, buat kamu yang sekarang lagi diem ngeliatin layar kosong sambil bingung milih tech stack: Tutup tab browser riset kamu, buka IDE, dan mulai ngetik pake apa aja yang kamu bisa sekarang. Dunia butuh karya kamu, bukan konfigurasi Webpack kamu yang super canggih itu. Gimana menurutmu? Masih sering galau milih stack atau udah tobat? Yuk ngobrol di DM Instagram saya atau mention saya di Twitter!