"Kayaknya gue nggak ngerti apa-apa deh sebenernya..."Yap. Selamat. Kamu sedang memainkan game paling populer di kalangan developer:
"The Imposter Syndrome Simulator 2025™"
Ini Bukan Cuma Kamu, Bro
Bedanya? Mereka udah level nggak peduli. Kita? Masih overthinking tiap malam kayak lagi nunggu chat doi dibales.
Kenapa Programmer Rentan Imposter Syndrome?
Tapi semua peserta bawa jetpack, ada yang naik roket, ada yang malah teleport. Dan kamu?
Masih jalan kaki... sambil buka dokumentasi.
Hal-Hal Absurd Yang Bikin Overthinking
-
Lihat postingan orang: "Belajar GoLang 7 Hari Langsung Dapat Gaji 70 Juta!"
→ Padahal kenyataannya belajar Hello World aja butuh 7 hari. -
Buka GitHub orang:
→ Kok repo-nya isinya rocket science semua? Sementara repo kamu isinyamain() { print("Hello World") } -
Lihat job requirement:
→ "Fresh Graduate. Pengalaman 10 Tahun. Bisa Semua Bahasa Pemrograman Termasuk Bahasa Kode Alien."
Tapi Nih Ya... Imposter Syndrome Itu Normal
Yang bahaya justru kalo ngerasa udah paling dewa, padahal baru belajar
console.log().
Kadang kita lupa... semua orang juga mulai dari:
print("Hello World")Jadi, Solusinya Apa?
- Bandingin diri sama diri kamu 3 bulan lalu, bukan sama developer random di internet.
- Document progress kamu. Blog, repo, catatan, apa aja. Minimal buat ngingetin: "Dulu aku juga pernah bego."
- Ngoding bareng temen. Biar tau... semua orang struggle kok, bukan cuma kamu.
- Inget:
Programmer hebat bukan yang tau segalanya. Tapi yang tau harus googling apa saat butuh.