"Pokoknya Harus Pake Ini! Selain Ini Haram!"
"Frontend? Harus React! Vue haram! Svelte bid'ah! SolidJS syirik!"
"Backend? Harus Laravel! Express itu jalan sesat! Golang itu ajaran barat! Rust itu cult baru!"Sebegitunya sampe kalau disuruh belajar bahasa lain, reaksinya kayak disuruh pindah agama. Padahal, bahasa pemrograman itu... ya alat kerja. Bukan kitab suci. Bukan identitas diri. Bukan juga tiket surga job remote.
Dunia Nyata Tidak Peduli Agamamu, Eh Maksud nya, Bahasa Mu!
- Selesai
- Cepat
- Murah
Bahaya Terlalu Fanatik...
Dunia coding itu kaya.Kalo cuma stuck di satu bahasa dan alergi belajar lain...
Lu bakal kayak katak dalam kubangan framework. Ketika dunia pindah haluan...
Ketika project butuh stack baru...
Ketika market berubah... Lu cuma bisa bilang:
"Tapi... JavaScript agama saya..."Bro, client nggak peduli bahasa apa.
Yang penting: Selesai. Jalan. Berfungsi.
Efek Samping Fanatisme Bahasa
- Jadi males belajar hal baru.
- Jadi nggak mau keluar dari comfort zone.
- Jadi gampang nyinyir di Twitter.
- Jadi susah berkembang.
"Kok gajiku segini-gini aja ya?"Bro... karena duniamu sekecil for loop tanpa break.
Programmer Modern Itu Polyglot
Akhir Kata
Tapi yang paling fleksibel dan adaptif.
"Belajar bahasa baru bukan berarti murtad."Itu namanya upgrade. Yuk, jadi programmer yang open-minded. Bukan cuma open-source doang.
Tapi juga open-heart sama teknologi lain. Dan ingat: Tuhan aja nyiptain manusia beda-beda, masa kamu nyiptain project isinya cuma PHP semua dari dulu sampe kiamat? Peace, Love, dan jangan lupa makan selain nasi.